RESENSI FILM : Judul Film : “IDENTITAS”

Jenis Film :
– Drama

Pemain :
– Tio Pakusadewo, Leony VH, Ray Sahetapy, Titi Sjuman, Otig Pakis, Teguh Esha

Sutradara :
– Aria Kusumadewa

Produksi :
– Tits Film Workshop

Durasi :

Sinopsis

Adam, petugas kamar mayat di sebuah Rumah Sakit mempertanyakan soal “identitas”nya sebagai manusia akibat masa lalu kelam ayahnya. Sejak lahir dia telah kehilangan hak hidupnya. Dia merasa hidup justru pada saat ia bersama orang-orang mati.

Adam akhirnya jatuh cinta pada seorang perempuan tanpa nama. Dia merasa menemukan jati dirinya pada sosok perempuan itu sampai akhirnya dia mempertahankan hak hidup perempuan itu dari hak kematiannya.

Ulasan

Film ‘Identitas’ merupakan sebuah film bergenre drama yang dikemas dengan cara independent. Sehingga jika kita menonton film ini, maka penonton akan lebih mengetahui antara kebebasan film indie dengan film yang ada diindustri.

Secara tujuan, sutradara Aria Kusumadewa telah mampu menyampaikan sebuah film drama yang menarik. Dimana dirinya mencoba mengangkat kenyataan hidup yang ada disekitar, dilihat dari sisi mereka yang tidak memiliki identitas.

Secara cerita, film ini sebenarnya ringan, hanya menggambarkan sebuah perjuangan, sebuah perjalanan, dari mereka yang tidak memiliki identitas untuk mendapatkan haknya. Film ini pun banyak memberikan gambaran tentang hak orang miskin serta kebobrokan bangsa ini dalam sebuah wadah rumah sakit dan kamar mayat.

Sementara itu, Aria Kusumadewa juga memberikan pesan moral tentang apakah penting sebuah identitas. Disini digambarkan walaupun rumahnya telah ditempati selama puluhan tahun, tapi kalau tidak dibuatkan identitas yang biaya pengurusan tak mampu dijangkau, maka rumah tersebut masuk dalam bangunan liar dan pemerintah dapat menggusurnya tanpa memberikan ganti rugi.

Tak hanya itu, yang paling ekstrem pun digambarkan oleh Aria dengan mereka yang meninggal. Disini digambarkan sesosok mayat yang tidak memiliki identitas, maka akan berakhir pada penjualan kepada mahasiswa kedokteran yang akan dijadikan sebagai bahan praktek.

Secara keseluruhan adegan demi adegan yang coba dituturkan oleh sutradara merupakan sesuatu yang sangat dekat bagi mereka orang-orang miskin.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s