Ketidaklulusan UN 2009 Turun

SEMARANG – Persentase ketidaklulusan UN tingkat SMA/MA dan SMK di Jateng turun. Jika tahun lalu mencapai 7,36%, tahun ini hanya 4,45%. UN kali ini diikuti 131.433 siswa SMA, 35.550 pelajar MA, 11 murid SMALB, dan 130.146 siswa SMK. Untuk MA, tahun lalu persentase ketidaklulusan adalah 10,76% dan tahun ini 4,50%. Sedangkan pada jenjang SMK, tahun lalu yang tidak lulus 8,07% , dan kali ini hanya 5,42%. Hal tersebut diungkapkan Kadinas Pendidikan Jateng, Drs Kunto Nugroho HP MSi dalam jumpa pers di kantornya, Sabtu (13/6) kemarin. ’’Hal ini tentu patut disyukuri, apalagi passing grade kelulusan UN tahun ini ditingkatkan menjadi rata-rata 5,5,’’ katanya.

Didampingi Ketua dan Sekertaris Panitia UN Jateng 2009, Drs Nurhadi Amiyanto MEd dan Drs Jasman Indradno MSi, dia menerangkan, untuk SMA jurusan IPA, IPS, dan Bahasa masing-masing persentase ketidaklulusan adalah 2,42%, 5,65%, dan 5,15%. Kemudian MA jurusan IPA, IPS, dan Bahasa ketidaklulusan 3,48%, 6,71%, dan 3,23%.

Dijelaskan, hasil UN dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) diterima pihaknya melalui email pada Jumat malam (12/6). Malam itu juga didistribusikan ke kabupaten/kota, selanjutnya ke masing-masing sekolah.

Karena sarana dan infrastruktur di tiap provinsi berbeda, pihaknya berharap pada UN mendatang dapat diberikan H-2 atau H-3 sebelum pengumuman.
Di Semarang

Sementara itu, Kadinas Pendidkan Kota Semarang Drs Achmad Zaenuri MM mengatakan, tingkat kelulusan tahun ini meningkat. Jika tahun lalu kelulusan 93%, tahun ini 95,03%. Untuk SMK tahun lalu 91%, sekarang 97,05%.

Persentase kelulusan SMA jurusan IPA negeri dan swasta adalah 99,9% dan 98%. SMA jurusan IPS negeri dan swasta yakni 99,9% dan 90,7%.

’’Kemudian untuk jurusan Bahasa negeri dan swasta masing-masing adalah 95,2% dan 88,1%. Jadi persentase total untuk jurusan IPA, IPS, dan Bahasa adalah 98,9%, 94,3%, dan 91,9%,’’ katanya

SMA negeri yang berhasil meluluskan 100% siswanya adalah SMAN 2, 3, 4, 6, 11, dan 15. Bagi mereka yang tidak lulus akan segera didata. Mereka akan ditawari ikut UNPK C atau tidak. ’’Yang jelas UNPK C akan dilaksanakan secepatnya supaya mereka bisa mendaftarkan ke perguruan tinggi.’’

Kelulusan siswa di SMAN 2 mencapai target, yakni 100% dari 449 siswa. Bahkan satu orang siswa dari IPA mendapat nilai 10 untuk mata pelajaran fisika. Tahun lalu di sekolah yang berlokasi di Jl Sendangguwo itu persentase kelulusan belum 100 %. Ada dua siswa dari program IPA yang dinyatakan tidak lulus. ”Mereka akhirnya mengikuti kejar paket.’’

Sedangkan di SMAN 3, menurut kepala sekolahnya, Drs Soedjono, ada tiga siswa yang berhasil meraih nilai sepuluh. Dua siswa untuk kimia dan satu untuk fisika.

Di SMAN 5 yang notabene sekolah favorit, ada tiga siswa yang tidak lulus UN tahun ini. Dua dari jurusan IPS dan 1 Bahasa. Wakasek Sarana Prasarana SMAN 5, Yitno menjelaskan, prestasi tidak semata diukur dari persentase kelulusan UN, yang terpenting adalah capaian nilai rata-rata. ’’Walau ada tiga siswa yang tidak lulus, capaian nilai rata-rata kami tinggi.’’

Mereka yang tidak lulus tersebut nilai rata-ratanya tinggi. Pada saat mengerjakan satu mata pelajaran, yang bersangkutan tidak dalam keadaan fit, sehingga nilai pada mapel itu jeblok. Mereka yang tidak lulus akan mengikuti UN lagi tahun depan. (Suara Merdeka H11,H31,H55-18)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s