Kronologi Pelarian Manohara

JAKARTA (Suara Karya): Daisy Fajarina akhirnya bisa memeluk permata hati yang selama ini dinantikannya. Di kediamannya, Jl Anggrek Cendrawasih Kav 5-7, Slipi, Jakarta Barat, Daisy menceritakan kronologi pertemuan dirinya dengan puterinya, Manohara Odelia Pinot.

 

“Hari Sabtu (30/5) saya mendapat kabar melalui telepon dari salah satu keluarga Kelantan bahwa Manohara sedang berada di Singapura,” kata Daisy mengawali kisah pertemuan dirinya dengan sang anak yang diduga mendapat tindak kekerasan dari suaminya, Pangeran Kelantan asal Malaysia Tengku Muhammad Fakhry, Minggu (31/5) malam. 

Setelah mendengar kabar tersebut, sontak Daisy pun bersemangat untuk langsung bertolak ke Singapura. Kabar yang beredar, kedatangan keluarga kerajaan Kelantan beserta Manohara mengunjungi Negeri Singa untuk perawatan sang Raja Kelantan yang menderita penyakit jantung. 

Pukul 17.00 WIB daisy beserta anak sulungnya Dewi Sri Asih, pergi meninggalkan rumah menuju bandara. Meskipun awalnya sempat ragu, Daisy pun tetap membulatkan tekadnya untuk sekadar bisa melihat anak tercintanya. 

“Awalnya saya sempat takut, tapi kemudian teman-teman dan keluarga menyemangati saya. Saya datang ke Singapura sebenarnya sekadar mau melihat Manohara, walaupun dari kejauhan sekalipun. Tapi kenyataannya berbeda,” kisah Daisy sambil tersenyum bahagia. 

Setibanya di Singapura, Daisy dan Dewi langsung menuju hotel Royal yang terletak di kawasan Scotts Road. Namun, rupanya dewi fortuna sedang memihak kepada mereka. Sepanjang perjalanan Daisy dan Dewi dari bandara menuju hotel, tak henti-hentinya mereka membicarakan masalah Manohara. 

Mendengar pembicaraan ibu dan anak tersebut tentang Manohara, sopir taksi yang ditumpangi rupanya ikut bersimpati. Sang sopir pun menyarankan Daisy untuk menghubungi nomor telepon 999 guna meminta bantuan di Singapura. 

“Kami lalu menghubungi 999,” aku Daisy. 

Sesampainya di lobi hotel, tiba-tiba seorang ibu mendekati Daisy. Ibu itu lalu memberitahukan Daisy bahwa Manohara sedang berontak di lift lantai 3 sambil menangis dan menjerit-jerit. Mendengar hal itu, Daisy pun langsung menuju ke lantai 3. 

Benar saja, disana Daisy melihat Mano sedang menangis dan berteriak menolak untuk dibawa rombongan kerajaan Kelantan. 

“Dia menangis dan menjerit-jerit untuk menarik perhatian rupanya. Begitu melihat Mano, saya langsung lompat, saya langsung peluk, saya senang. Saya langsung ucapkan Allahuakbar,” ujar Daisy. 

Daisy mengaku, dirinya sempat lemas saat itu tapi demi anak, Daisy mengaku berusaha tetap tegar. Tak lama berselang, kepolisian Singapura pun tiba di tempat keributan. 

“Manohara masih terus menangis. Dia peluk saya lalu bilang, ‘mama, never let me go’,” tambah Daisy. 

Peran FBI
Benarkah hanya sebuah keberuntungan yang akhirnya mempertemukan Daisy dengan Manohara Odelia Pinot? Adakah peran FBI dibalik pertemuan itu? 

Daisy Fajarina menampik dugaan itu. Menurut dia, pihak yang berperan saat peristiwa tersebut adalah Kepolisian Singapura. 

“Apa FBI? Nggak ada, ah,” seru Daisy saat ditanya mengenai keterlibatan agen khusus pemerintah AS tersebut. 

Sebelumnya, pengacara Daisy, Yuri Andre Darma, mengaku pihaknya sempat meminta bantuan FBI dan Kedubes AS serta KBRI dalam drama pelarian Manohara tersebut. 

Menurut Daisy, pihaknya memang pernah meminta bantuan ke kedutaan besar negara adidaya tersebut. Hal itu karena Manohara yang memiliki ayah asal AS juga memiliki paspor warga negara AS. 

“Kita memang sempat minta pertolongan ke Kedubes AS di Singapura. Mereka memang membantu kita di sana. Tapi Kepolisian Singapura sangat banyak membantu,” jelasnya. 

Selain itu, kata Daisy, dirinya juga mendapat bantuan dari pihak kedutaan Besar RI (KBRI) di Singapura. Bantuan tersebut berupa pemberian paspor sementara bagi Manohara. 

“Karena tidak ada paspor, saat itu Mano dibuatkan paspor temporer oleh KBRI sehingga bisa kembali ke tanah air,” katanya. 

Manohara berhasil bertemu Daisy di lift lantai 3 Hotel Royal Plaza Singapura. Polisi Singapura kemudian berdatangan menolong akibat bunyi alarm yang dibunyikan berulang kali oleh Mano. (*/Adi) 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s