PROFILE Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Lambang ITS

Didirikan 1957
Jenis Perguruan tinggi negeri
Rektor Prof. Ir. Priyo Suprobo M.S. Ph. D
Lokasi Surabaya, Indonesia
Situs resmi www.its.ac.id

Gambaran Umum

 

 Staf Pendukung

Mempunyai staf pengajar sebanyak 1012 orang yang terdiri dari 28 orang profesor, 133 orang doktor,434 orang master dan lainnya sarjana lulusan perguruan tinggi terkemuka di luar dan dalam negeri serta profesional di bidangnya, menjadikan ITS sebagai sumber acuan perguruan tinggi lain di kawasan Indonesia Timur.

Staf non akademik berjumlah 1101 orang yang tersebar pada berbagai bagian administrasi mulai dari rektorat sampai jurusan-jurusan, selain ada yang bertugas di laboratorium-laboratorium.

 

apasitas Mahasiswa

Jumlah mahasiswa ITS yang terdaftar pada tahun ajaran 2002/2003 berjumlah 17.672 mahasiswa yang terdiri dari 21 mahasiswa Program Doktor, 1.605 mahasiswa Program Magister, 11.666 mahasiswa Program Sarjana, 4.270 mahasiswa Program D-3 dan Politeknik serta 110 mahasiswa Program D-4. Sampai saat wisuda ke-86 Maret 2003, ITS telah meluluskan sebanyak 37.208 wisudawan. Mereka terdiri dari 1.389 program magister, 22.833 program sarjana, 12.841 program D-3 dan Politeknik, 145 Program D-4 Teknik Kesehatan Lingkungan dan Politeknik.

 

 Kapasitas Akademik

Sampai tahun 2003, ITS memiliki 5 Fakultas dengan 4 Program Doktoral, 12 Program Magister, 22 jurusan/program studi tingkat sarjana (10 jurusan diantaranya juga menyelenggarakan program ekstensi S-1 atau lintas jalur), 6 Program Studi D-3 (5 program diantaranya juga menyelenggarakan program ekstensi D-3), 2 Program Studi D-4 dan 2 Politeknik dengan 8 Program Studi (seluruhnya juga menyelenggarakan program ekstensi).

 

Fakultas dan Jurusan

 

Fakultas Teknologi Industri (FTI)

Fakultas Teknologi Industri sebagai fakultas terbesar di ITS yang meliputi 6 jurusan dengan luas total bangunan 27.160 m2 dari total 188 hektar luas kampus, didukung oleh 321 orang Tenaga Akademik dan 196 Tenaga Kependidikan, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 6.161 (Bulan Oktober 2007) yang tersebar dalam 18 Program Studi yang terdiri dari :

  • Teknik Mesin
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
    • Program Diploma III (D3)
  • Teknik Elektro
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
    • Program Doktoral (S3)
    • Program DIII Computer Control
  • Teknik Kimia
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
    • Program Doktoral (S3)
    • Program Diploma III (D3)
  • Teknik Fisika
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
    • Program DIII Teknik Instrumentasi
  • Teknik Industri
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
  • Teknik Material & Metalurgi
    • Program Sarjana (S1)

Dengan kurikulum berbasis kompetensi yang lebih menekankan aspek mutu, relevansi dan outcome, FTI mampu menghasilkan lulusan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia-kerja. Adanya program ekstensi dan diploma di FTI juga menambah makna kontribusi penyediaan tenaga kerja sarjana teknik dan ahli madya teknik, sesuai dengan potensi ITS sebagai penyelenggara pendidikan tinggi teknik terbesar di kawasan Indonesia Bagian Timur.

 

Pimpinan

Dekan

Prof. Dr. Ir. Sulistijono, DEA

PD Bidang Akademik

Prof. Dr. Ir. Mahfud, DEA

PD Bidang Adm. Keuangan & Kepegawaian

Ir. Sudjud Darsopuspito, MT.

PD Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama

Ir. Wiratno Argo Asmoro, M.Sc.

PD Bidang Kerjasama

Ir. Budi Santosa,M.Sc., Ph.D.

 

Staf Pendukung

FTI memiliki staf Pendidik bergelar Profesor sebanyak 23 orang, dengan tingkat pendidikan Doktor sebanyak 80 orang, Master sebanyak 154 orang dan sebanyak 87 orang lainnya sarjana yang merupakan lulusan perguruan tinggi terkemuka di luar dan dalam negeri serta profesional di bidangnya. Dengan rasio antara tenaga pendidik dengan mahasiswa adalah 1:17 sangat mendukung terciptanya proses pendidikan yang efektif. Sedangkan staf tenaga non-akademik berjumlah 196 orang atau dengan rasio 1:29, yang tersebar pada berbagai bagian administrasi mulai dari fakultas sampai jurusan-jurusan, selain ada yang bertugas di laboratorium-laboratorium.

 

 Sarana dan Fasilitas

Sarana Pendidikan Jumlah Ruang Luas (m2)
Ruang Kelas/Kuliah 73 5743.88
Laboratorium/Workshop/Studio 117 9682.21
Ruang Dosen 127 1977.45
Ruang Administrasi 3 288.00
Ruang Seminar/lokakarya 14 1826.43
Ruang Kegiatan Mahasiswa 17 425.00
Ruang Pusat Komputer 8 995.35
Ruang Baca 9 758.64
Ruang Bidang Studi 30 2026.00
Ruang Gudang 17 839.51
Jumlah Judul Buku (tidak termasuk perpustakaan) 8248
Jumlah Buku 12849

Dengan fasilitas yang ada, FTI secara berkelanjutan mampu melaksanakan proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dan memenuhi kebutuhan operasional pengembangan Fakultas dan Jurusan dibawahnya.

Selain itu juga terdapat berbagai fasilitas umum yang lengkap seperti perpustakaan pusat, poliklinik & apotik, gedung olahraga, stadion, kantin, bank & atm, kantor pos, akses internet, tempat ibadah masjid, asrama mahasiswa, pusat bahasa, research centre, dan graha ITS.

 

 Profil Mahasiswa

 

Mahasiswa Baru

Dari tabel tersebut tersebut tampak bahwa persaingan sangat tinggi, hal ini dibuktikan bahwa mahasiswa FTI merupakan mahasiswa dengan kualitas terbaik sesuai hasil perolehan nilai skor rata-rata SPMB dari mahasiswa baru yang diterima FTI, yang mempunyai nilai rata-rata jauh di atas skor rata-rata nasional dan skor rata-rat ITS, adalah sebagai berikut; PROGRAM STUDI

 

 Mahasiswa

Jumlah mahasiswa FTI pada tahun ajaran 2007/2008 sejumlah 6161 orang, terdiri dari : Mahasiswa program S-1 = 4420, S-2 = 392 orang, S-3 = 64 orang, dan D-3 = 1285 orang.

 

Lulusan

Jumlah lulusan pada tahun ajaran 2006/2007 adalah 1313 orang yang terdiri dari : program S-1 = 883 orang, S-2 = 107 orang, S-3 = 0 orang, dan D-3 = 323 orang.

 

Profil Lulusan

Sampai dengan akhir tahun ajaran 2006/2007 FTI-ITS telah meluluskan 23.321 wisudawan dengan 75% memiliki IPK antara 2.75 – 3.50 dan masa studi rata-rata S1 = 10 semester, D3 = 7 semester, S2 = 5 dan S3 = 7 semester, ini merupakan bukti keberhasilan peningkatan mutu dan prestasi pendidikan di FTI.

Besarnya minat pasar menyerap para lulusan FTI-ITS memberikan indikator bahwa proses pembelajaran di ITS umumnya dan FTI khususnya memberikan dampak yang cukup baik bagi masyarakat, terbukti untuk tahun 2006/2007 rekruitmen lulusan di FTI meningkat yaitu dengan adanya proses rekruitasi oleh 42 perusahaan (untuk lulusan program sarjana/S1) dan 24 perusahaan (untuk program diploma III/D3). Setiap semester menjelang wisuda diadakan exhibition bursa tenaga kerja di Graha ITS dan terbuka untuk umum. Upaya lain juga dilakukan dalam meningkatkan kualitas lulusan dengan membekali sertifikasi-sertifikasi international, kursus bahasa Inggris gratis akan menjamin semua lulusan ITS mendapatkan nilai TOEFL minimum 450.

 

TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI

 

Pendidikan dan Penghargaan

IPD sebagai salah satu tolak ukur kwalitas PBM bagi dosen FTI memberikan penghargaan kepada 10 orang dosen dengan IPD tertinggi yang dikonversikan dengan beberapa kriteria penilaian lainnya diantaranya kehadiran dosen, jumlah angket yang masuk dan ketepatan penyerahan nilai hasil UAS. Penghargaan ini diberikan pada setiap semester.

FTI telah memberikan insentif penulisan Buku Ajar yang telah diterbitkan dan disebarluaskan serta mempunyai No. ISBN sebesar Rp. 6.000.000,00. pada setiap semester 5 judul.

 

Penelitian dan PPM

Pada awal tahun 2006 ini FTI telah mengadakan Kompetisi Penelitian Lintas Laboratorium (KPLL) dengan Award masing-masing sejumlah 25 juta rupiah untuk penelitian utama dan 10 juta rupiah untuk pohon penelitian.

Jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen FTI pada periode 2005/2006, adalah sebagai berikut : penelitian lokal 78 judul, penelitian nasional 28 judul, dan penelitian international 9 judul, sedang kegiatan PPM pada periode 2005/2006 adalah sebanyak 17 kegiatan lokal dan 1 kegiatan nasional.

 

Publikasi

Sebagai upaya untuk memotivasi agar para dosen meningkatkan kemampuan menulis, maka beberapa jurnal telah terakreditasi yaitu jurnal “Industri” yang diterbitkan FTI dan jurnal “Teknik Mesin” yang diterbitkan oleh oleh jurusan Teknik Mesin. Jurnal-jurnal lain yang telah terbit, diantaranya “Java” dari jurusan Teknik Elektro, “Ekstrak” dari jurusan Teknik Kimia, jurnal “Teknik Fisika” dari jurusan Teknik Fisika, “Optima” dari jurusan Teknik Industri.

 

 S1 Teknik Mesin

Berdiri sejak tahun 10 Nopember 1957, Jurusan Teknik Mesin merupakan jurusan yang pertama kali didirikan di ITS. Ketika itu, ITS masih bernama Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya dan diresmikan oleh Presiden Soekarno. Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya hanya memiliki dua jurusan yaitu, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin.

Kemudian Jurusan Teknik Mesin bergabung dengan Fakultas Teknologi Industri ITS sejak tahun 1983. Pada dekade terakhir, Jurusan Teknik Mesin menjadi salah satu diantara beberapa institusi Teknik Mesin di Indonesia yang mendapatkan penghargaan tertinggi. Jurusan Teknik Mesin mendapatkan Akreditasi A+ oleh Badan Akreditasi Nasional. Karena reputasi dan kondisi kuat yang telah dicapainya, pada tahun 1999, Jurusan Teknik Mesin menerima Block Grant Quality for Undergraduate Education (QUE) batch II untuk periode 5 tahun (1999-2004). Jenis grant kompetitif dan bergengsi ini mengucurkan dana lebih dari 1.2 juta US Dollar dan 6.2 milyar dalam bentuk rupiah.

Situs resmi dari Teknik Mesin ITS bisa diakses pada website resmi Teknik Mesin ITS (dalam perbaikan)

  • Program Pasca Sarjana (PPS)
    • S2 Fisika
    • S2 Statistika
    • S2 Teknik Mesin
    • S2 Teknik Elektro
    • S2 Teknik Industri
    • S2 Teknik Informatika
    • S2 Teknik Sipil
    • S2 Arsitektur
    • S2 Teknik Lingkungan
    • S2 Teknologi Kelautan
    • S2 Magister Manajemen Teknologi
    • S3 Teknik Kimia
    • S3 Teknik Sipil
    • S3 Arsitektur
    • S3 Teknik Elektro
    • S3 Teknologi Kelautan

 

  • Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)
  • Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

 

Sejarah

Institut Teknologi Sepuluh Nopember memiliki sejarah pendirian sejak tahun 1957.

 

 Pendirian

Monumen dr. Angka Nitisastro di Aula dr. Angka ITS

Penandatanganan Peresmian Pendirian ITS oleh Presiden Soekarno

1957. PII Cabang Jawa Timur mengadakan lustrum pertama dan gagasan mendirikan lembaga pendidikan tinggi kembali dilontarkan. Sebagai hasilnya, dr. Angka Nitisastro, seorang dokter umum, bersama dengan insinyur-insinyur PII cabang Jawa Timur memutuskan untuk mewujudkan berdirinya sebuah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik.

Beberapa alasan pokok pendirian yayasan tersebut antara lain:

  • Lahan Indonesia yang luas dan memiliki kekayaan hasil alam yang melimpah dan belum dimanfaatkan
  • Kebutuhan akan tenaga insinyur sekitar 7000 untuk melaksanakan program-program pembangunan dan industri di dalam negeri.
  • Melihat perbandingan dengan jumlah insinyur di negara maju dan berkembang lainnya yang jauh perbedaannya.

17 Agustus 1957. Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) secara resmi berdiri dan diketuai oleh dr. Angka Nitisastro. Yayasan tersebut dibentuk sebagai wadah untuk memikirkan tindakan-tindakan lebih lanjut dan memperbincangkan sedalam-dalamnya segala konsekuensi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam rangka membulatkan tekad mendirikan sebuah Perguruan Tinggi Teknik di kota Surabaya.

10 Nopember 1957. Yayasan mendirikan Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya yang diresmikan oleh Presiden Soekarno. Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya hanya memiliki dua jurusan yaitu, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin.

Setelah beberapa tahun melalui usaha-usaha yang dirintis oleh tokoh-tokoh dari YPTT, Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember diubah statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan nama: “Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya”. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang semula memiliki 2 (dua) jurusan yaitu Teknik Sipil dan Teknik Mesin berubah menjadi lima yaitu: Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, dan Teknik Kimia.

 

 Perkembangan

1961. Jurusan-jurusan kemudian berubah menjadi fakultas. Kemudian dengan peraturan pemerintah No. 9 tahun 1961 (ditetapkan kemudian pada tanggal 23 Maret 1961) ditetapkan bahwa Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang pertama adalah tanggal 10 Nopember 1960.

1965. Berdasarkan SK Menteri No. 72 tahun 1965, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) membuka dua fakultas baru, yaitu, Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam. Dengan demikian sejak saat itu, ITS mempunyai tujuh fakultas yang tersebar di beberapa tempat, yaitu: Jl. Simpang Dukuh 11, Jl. Ketabang Kali 2F, Jl. Baliwerti 119-121, Jl. Basuki Rahmat 84 sebagai kantor pusat ITS.

Guna mengantisipasi perkembangn lebih lanjut , dan menyatukan tempat-tempat kuliah yang terpisah tersebut, maka para tokoh YPTT, bersama dengan Bupati Surabaya pada saat itu Raden Soekarso (1958-1968) mencari lokasi baru untuk pembangunan Kampus ITS di daerah Sukolilo – Keputih Surabaya dengan luas lahan 172 ha.

1972. Fakultas Teknik Sipil pindah ke Jl.Manyar 8, sehingga ITS semakin terpencar.

1973. Penyusunan rencana induk pengembangan jangka panjang (20 tahun) sebagai pedoman pengembangan ITS selanjutnya. Rencana Induk Pengembangan ITS menarik perhatian Asian Development Bank (ADB) yang kemudian menawarkan dana pinjaman sebesar US $ 25 juta untuk pengembangan empat fakultas, yaitu, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Elektro, dan Fakultas Teknik Kimia.

1975. Fakultas Teknik Arsitektur pindah ke kampus baru di Jl. Cokroaminoto 12A Surabaya. Kantor pusat ITS pindah ke alamat yang sama.

1977. Dana dari ADB tersebut sebagian digunakan untuk membangun kampus ITS Sukolilo bagi empat fakultas tersebut di atas. Pada tahun 1981 pembangunan gedung di kampus Sukolilo sebagian sudah selesai. Pembangunan kampus Sukolilo tahap I dapat diselesaikan dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 27 Maret 1982.

 

Kampus Sukolilo

1983. Perubahan struktur organisasi yang berlaku bagi universitas atau institut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980, Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1981 dan Keputusan Presiden No. 58 tahun 1982, ITS berubah menjadi hanya 5 fakultas saja, yaitu Fakultas Teknik Industri, Fakultas Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Fakultas Non Gelar Teknologi (Program-Program Non Gelar).

1991. Terjadi perubahan menjadi 4 fakultas, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK). Jurusan yang ada di Fakultas Non Gelar Teknologi diintegrasikan ke jurusan sejenis di 2 fakultas (FTI dan FTSP). Selain itu ITS juga mempunyai 2 Politeknik yaitu Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

1994. ITS kembali memperoleh dana pinjaman ADB sebesar US $ 47 juta untuk pengembangan semua fakultas dengan fokus teknologi kelautan. Program ini selesai pada April 2000. Selain itu ITS juga telah memperoleh dana hibah dari pemerintah Jerman/GTZ (1978-1986) untuk pengembangan Fakultas Teknik Perkapalan.

2001. Berdasarkan SK Rektor tanggal 14 Juni 2001, ITS membentuk fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Informasi (FTIf).

 

Aktifitas Kemahasiswaan

Aktifitas kemahasiswaan di ITS dinaungi oleh Keluarga Mahasiswa ITS (KM-ITS), sesuai ketetapan Musyawarah Besar Mahasiswa ITS III (MUBES III ITS) yang diselenggarakan pada tahun 2001. Organisasi kemahasiswaan intra kampus yang ada antara lain:

 

 Himpunan Mahasiswa Jurusan

    • BIITS – Himpunan Mahasiswa Biologi ITS
    • HIMA STAPATHI – Himpunan Mahasiswa Arsitektur
    • HIMASIKA-Himpunan Mahasiswa Fisika
    • HIMASISKAL – Himpunan Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan
    • HIMASTA – Himpunan Mahasiswa Statistika
    • HIMATEKK – Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia
    • HIMATEKLA – Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan
    • HIMATEKPAL – Himpunan Mahasiswa Teknik Perkapalan
    • HIMATEKTRO – Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro ( http://www.himatektro-its.com )
    • HIMATIKA – Himpunan Mahasiswa Matematika
    • HIMKA – Himpunan Mahasiswa Kimia
    • HMCC – Himpunan Mahasiswa Computer Control
    • HMM – Himpunan Mahasiswa Mesin
    • HMMT – Himpunan Mahasiswa Teknik Material
    • HMPL – Himpunan Mahasiswa Planologi
    • HMS – Himpunan Mahasiswa Sipil
    • HMTC – Himpunan Mahasiswa Teknik Computer (Teknik Informatika)
    • HMTF – Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika
    • HMTL – Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan
    • KMSI – Keluarga Mahasiswa Sistem Informasi

 

 Trivia

  • Kebanyakan orang mengira ITS adalah singkatan dari Institut Teknologi Surabaya (mungkin mirip dengan ITB atau IPB), padahal yang benar adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
  • Presiden Indonesia saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono, pernah belajar di Jurusan Teknik Mesin ITS selama satu tahun, sebelum akhirnya memasuki AKABRI.
  • Hermawan Kertajaya, pakar marketing dan pendiri Mark Plus Co., pernah belajar di Jurusan Teknik Elektro ITS namun tidak sampai lulus.
  • Putri Indonesia 2007, Putri Raemawasti, tercatat sebagai mahasiswi jurusan Teknik Industri ITS angkatan 2005.
  • Sulfahri, salah satu jawara Lifebuoy, kini mengenyam buah manis kejuaraannya dengan masuk Jurusan Biologi tanpa tes. Kini dia sukses dengan berbagai penelitian dan penemuannya di jurusan tersebut.
  • Kresnayana Yahya, Pakar Statistika dan pendiri Enciety, merupakan Dosen Jurusan Statistika ITS.
  • M. Nuh, menteri Komunikasi dan Informasi kabinet SBY (2008) adalah mantan Rektor ITS, sebelumnya beliau adalah Direktur PENS Surabaya

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s