Merokok Itu Haram?!

Merokok itu Haram Tapi Menggiurkan

Merokok itu Haram Tapi Menggiurkan

Suatu sore, Sandra lagi enak-enak makan pizza di sebuah resto di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Tiba-tiba, keasyikannya terusik. Sekelompok cowok dan cewek sepatarannya masuk ke dalam resto, dan mengambil tempat tepat di meja sebelahnya. Yang membuatnya sebal, cowok-cowok itu dengan seenaknya menebar asap rokok.

”Nyebelin banget!” ketus gadis berkulit putih ini sambil buru-buru pindah meja.

Pengalaman buruk Sandra itu pasti juga pernah kamu alami kan. Saat lagi enak-enak makan di resto ber-AC, tiba-tiba ada orang merokok. Saat lagi dalam dalam bus kota, di dalam angkot, sampai di rumah sakit sekalipun, banyak orang merokok seenaknya saja. Bukan rokoknya yang menyebalkan, tapi asapnya itu lho.

”Kita-kita yang nggak ikut merokok, eh ikut kebagian racunnya,” gerutu Mela, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Pekanbaru kesal.

Ya iyalah, kalo dapet cokelat gratis, siapa sih yang nggak mau? Tapi kalo racun gratis, ih nggak bener deh. Karena itulah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru-baru ini mengeluarkan fatwa: merokok itu haram buat remaja! Nah lho!

Sebenernya sih bukan buat remaja, tapi merokok haram juga buat ibu hamil, anak-anak, dan kalau dilakukan di tempat umum. Fatwa ini, meski semua juga tahu kalo bermaksud baik (siapa sih yang nggak tahu bahaya rokok buat kesehatan?), tapi tetap aja disambut pro kontra. Ada yang setuju, ada yang langsung geleng-geleng kepala tanda tak sependapat.

Bagaimana dengan para responden DetEksi (responDet) Xpresi? Jawabannya juga beragam. Seorang responden yang enggan disebutkan namanya, mengaku nggak setuju kalo rokok itu diharamkan.

”Merokok itu kan hak setiap orang. Selagi uang untuk membeli rokok itu halal dan tidak merugikan orang lain,” ujar seorang siswa sebuah sekolah kejuruan kepada Xpresi, kemarin.

Tapi doski mengaku setuju kalo merokok di tempat umum itu nggak baik dilakukan. ”Aku merokok kalo lagi nongkrong sama teman-teman aja kok, nggak pernah di tempat umum. Tapi kalo menurut aku sih, nggak perlu membawa-bawa agama untuk melarang orang merokok,” ujar responDet yag ngakunya udah merokok sejak setahun belakangan ini.

”Tapi satu bungkus rokok baru abis seminggu,” tambahnya sambil tertawa.

Gara-gara Reklame
Lain lagi pengalaman Romi, seorang pelajar di Pekanbaru. Doski mengaku pertama kali mencicipi rokok saat kelas dua SMP.
”Gara-garanya, aku penasaran melihat iklan rokok. Sepertinya keren banget merokok itu. Jadinya aku coba-coba beli rokok pakai uang jajan,” katanya.
Romi mengaku sampai sekarang doski emang masih merokok, meski tergolong perokok pasif alias jarang-jarang.

”Lama-lama, kalo nggak merokok jadi ada yang kurang. Aku merokoknya di kamar biasanya, atau saat nongkrong bareng teman,” katanya.

Harus Didenda
Lain lagi dengan Sandra. Doski yang sekolah di SMAN 1 Pekanbaru ini mengaku sangat sependapat dengan fatwa MUI itu. ”Ya iyalah, merokok itu nggak ada kebaikannya sama sekali. Malah bikin bencana, buat orang sakit. Makanya aku sih bersyukur banget kalo merokok itu diharamkan,” ujar Sandra yang mengaku, selama ini hanya bisa menggerutu dalam hati saja kalo kesal dengan para perokok.

Sandra mengaku pernah dekat dengan seorang temen cowoknya. Mulanya, kata Sandra, temennya itu baik. Tapi setelah bergabung ke salah satu geng motor, temen cowoknya itu berkenalan dengan benda yang namanya rokok.

”Aku kesal banget kalo ngobrol sedangkan dia merokok. Udah deh, nggak lanjut TTM (teman tapi mesra)-nya,” ujarnya sambil senyum-senyum.

Bambang, siswa SMAN 4 Pekanbaru, juga mengaku mendukung fatwa MUI soal larangan merokok. Tapi menurut cowok yang mengaku ogah berkenalan dengan rokok ini, akan lebih baik kalo ada aturan mengenai merokok di tempat umum.

”Misalnya, kalo merokok di resto atau tempat umum, apalagi yang ber-AC, didenda aja Rp5 juta, biar kapok,” katanya.
Selain itu, doski juga mengungkapkan, remaja juga harus diberikan teladan, terutama dari orang tua dan guru di sekolah.

”Ayahku nggak pernah merokok, tapi guruku ada yang merokok. Jadi kalo guru aja merokok, gimana muridnya dilarang merokok?” katanya lagi. Bagaimana nih para bapak guru? (dri)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s