PROFILE : SID – SUPERMAN IS DEAD

SID Superman Is Dead

Pertama lihat band ini manggung kalau nggak salah sekitar tahun 1995, waktu itu ada di halaman parkir gedung RRI programa 2 yang lebih dikenal dengan Radio Pro 2 FM Bali Denpasar di jalan W.R. Supratman. Jadi inget udah lama banget nggak denger radio dengan enought quality time. Back to Superman Is Dead (S.I.D), kala itu Superman Is Dead jauh banget dari “Young, Drunk, and Handsome” hahaha kalau young and drunk ok-lah mungkin, tapi kalau handsome? hahaha. Waktu itu Superman Is Dead masih seumuran anak smu (mungkin sebaya denganku) dengan kelapa plontos semua. Superman Is Dead menyanyikan lagu-lagu Greenday yang waktu itu memang lagi top-topnya, dan Superman Is Dead menyanyikannya dengan sangat mirip dengan Greenday sampai bikin gwe melongo terkagum abg “Who the hell is this band?” why I never hear about it? Kemana aja gwa?

Di masa-masa itu band-band yang menonjol di bali bisa dihitung dengan jari dan itupun karena mereka dengan sangat piawai/mirip membawakan lagu-lagu orang lain. Bukan salah mereka, they do have their song but the audience just don’t give a damn ketika mereka mencoba menyanyikannya di sela-sela performance mereka. Apalagi dengan culture penonton bali waktu itu yang masih “ngekoh-ngekohan” susah untuk membuat mereka benar-benar excited untuk mendekat ke panggung dan berdansa. Jangankan band lokal waktu gigi aja manggung di Arda Chandra yang di depan panggung moshing dan sok seru cuma gwa, temen-temen dari SMU 4 dan beberapa temen-temen dari SMU 2 dan Swastiastu yang biasa nongkrong di Pertokoan Genteng Biru di bilangan Jl. Diponegoro Denpasar. Aduh kangen pisang kejunya Ricky Bandung si Ramah masih idup nggak yah itu orang. Penonton yang lain cuma mangguk-manguk dari bangku theatre yang dipisahkan dengan kolam.

Di masa-masa itu music punk baru mulai mendapat tempat di Bali scene, ya iyalah jaman itu khan gondrong metal adalah segalanya. Anak kuliahan stylenya pada masa itu hampir sama rambut gondrong, kaos butut, celana cutbray, sepatu chiko, dompet kulit rantai, pake tindik telinga, bawa tas selempang jeans dengan gambar muka Lars Ulric di cover “Black Album” hahaha so old school! Music yang digandrungi waktu itu selain metal, slow rock dan tentunya reggae. band band yang ngetop waktu itu seperti Dewata Band my-ex fav, Legend Band dengan vokalisnya sangat mirip dengan Bob Marley…howsome! Bisa dikatakan saat-saat itu apa itu music indie baru masuk ke Bali, bersamaan dengan pesta pelajar pertama digelar dan banyak melahirkan band-band baru (lebih dikenal audience).Bisa dibilang untuk urusan berburu panggung music gwe dikenalkan oleh kakak sepupu gwe “Podol” yang kalau itu kuliah di Teknik Arsitek Udayana yang notabene anak-anaknya waktu itu metal banget, mereka punya event yang namanya Granat (Gelar Aksi Anak Teknik) kalau nggak salah. Di event itu banyak band-band lokal bali bermunculan. Setelah lulus SMU sayangnya gwa tidak bisa mengikuti perkembangan music indie di bali karena harus kuliah di Jogja.

Superman Is Dead, sekarang sudah 11 tahun harapan S.I.D seperti yang direlease di websitemereka “Ini adalah kontinuitas ekspresi bingar S.I.D akan cinta dan cita-cita pada musik, kemerdekaan berpendapat, serta harapan untuk terus rukun damai sentosa di buana Bhineka Tunggal Ika.” sangat mengena dari kondisi sekarang ini. Terlepas dari issue yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab bahwa S.I.D “Anti Jawa” yang jelas-jelas dibantah oleh Jerinx. Sempat beredar issue bahwa ditangan kiri Drumer Superman Is Dead ini ada tattow bertuliskan “FUCK JAVA” yang dibantah keras oleh Jerinx seperti di tulisannya di sini, dan di beberapa wawancara di media hal ini dulu sering di konfirmasikan ke pihak S.I.D. dan tentunya fitnah tersebut tidak berdasar. Dulu sebelum ketika di Jogja aku menerima saja ketika denger dari temen-temen kalau mereka manggung dilempari di panggung dan seolah-olah S.I.D tidak diterima di scene Jawa, tapi beberapa waktu lalu aku sempat mengantar teman dari Jogja ke markas S.I.D. untuk membawa titipan bingkisan dari Shaggy Dog. Menurut cerita temenku mereka S.I.D dan Shaggy Dog dan Indie Scene di lingkungannya baik-baik saja. Superman Is Dead juga banyak menggelar pertunjukan amal untuk bencana akhir-akhir ini di Indonesia, konser amal dilakukan baik di Bali atau di Jawa sendiri. Tidak ada penggotak-kan atas aliran music, komunitas, suku atau apapun yang membuat kita nampak berbeda.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s