PROFILE : Institut Teknologi Bandung

Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang berkedudukan di Kota Bandung. ITB didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Saat ini status ITB adalah BHMN (Badan Hukum Milik Negara).

Kampus utama ITB, di sebelah utara kota Bandung, dan bagian kampus lainnya, memiliki luas area 770.000 m².

Asrama mahasiswa, perumahan dosen, dan kantor pusat administrasi tidak terletak di kampus utama namun masih dalam jangkauan yang mudah untuk ditempuh. Fasilitas yang tersedia di kampus di antaranya toko buku, kantor pos, kantin, bank, dan klinik.

Selain ruangan kuliah, laboratorium, bengkel dan studio, ITB memiliki sebuah galeri seni yaitu Galeri Soemardja, fasilitas olah raga, dan sebuah Campus Center. Di dekat kampus juga terdapat Masjid Salman untuk beribadah dan aktivitas keagamaan umat Islam di ITB. Untuk mendukung pelaksanaan aktivitas akademik dan riset, terdapat fasilitas-fasilitas pendukung akademik, dintaranya Perpustakaan Pusat (dengan koleksi sekira 150.000 buku dan 1000 judul jurnal), Sarana Olah Raga Sasana Budaya Ganesha, Pusat Bahasa, Pusat layanan komputer (ComLabs) dan Observatorium Bosscha (salah satu fasilitas dari Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA), terletak 11 kilometer di sebelah utara Bandung.

Rektor ITB saat ini adalah Prof. Djoko Santoso (hasil pemilihan pada Bulan Desember 2004 – Januari 2005) untuk periode 2005-2010.

Sejarah

Aula Barat ITB, bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda dengan bentuk atapnya yang khas. Oleh arsitek Henri Maclaine Pont

ITB didirikan pada 1920 dengan nama “Technische Hooge School (THS)” te Bandoeng. ITB juga merupakan tempat di mana presiden Indonesia pertama, Soekarno meraih gelar insinyurnya dalam bidang Teknik Sipil.

Pada masa penjajahan Jepang, THS diubah namanya menjadi “Bandung Kogyo Daigaku (BKD)”. Kemudian pada masa kemerdekaan Indonesia, tahun 1945, namanya diubah menjadi “Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung”. Pada tahun 1946, STT Bandung dipindahkan ke Yogyakarta dan menjadi cikal bakal lahirnya Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada.

Pada tanggal 21 Juni 1946, NICA mendirikan Universiteit Van Indonesie dengan Faculteit van Technische Wetenschap sebagai pengganti STT Bandung. Dan pada 6 Oktober 1947, Faculteit van Exacte Wetenschap berdiri. Ini kemudian menjadi Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam Universitas Indonesia.

Kemudian pada tanggal 2 Maret 1959, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam secara resmi memisahkan diri menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kini, dengan suplai tahunan pelajar-pelajar Indonesia terbaik, ITB merupakan pusat ilmu sains, teknologi, dan seni terbaik di Indonesia.[rujukan?]

ITB juga mendukung para pelajar dan aktivitas sosial mereka dengan mendukung himpunan mahasiswa yang ada di setiap departemen.

 

Fakultas

Plaza Widya ITB dengan Gunung Tangkuban Perahu di kejauhan, perhatikan bentuk atap khas bangunan di ITB

Bangunan perpustakaan pusat ITB

ITB memiliki 12 fakultas atau sekolah, yaitu:

  1. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
    1. Astronomi
    2. Kimia
    3. Matematika
    4. Fisika
  2. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
    1. Biologi
    2. Mikrobiologi
  3. Sekolah Farmasi (SF)
    1. Sains dan Teknologi Farmasi
    2. Farmasi Klinik dan Komunitas
  4. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
    1. Teknik Metalurgi
    2. Teknik Pertambangan
    3. Teknik Perminyakan
    4. Teknik Geofisika
  5. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
    1. Teknik Geodesi dan Geomatika
    2. Teknik Geologi
    3. Meteorologi
    4. Oseanografi
  6. Fakultas Teknologi Industri (FTI)
    1. Teknik Kimia
    2. Teknik Fisika
    3. Teknik Industri
  7. Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
    1. Teknik Mesin
    2. Aeronotika dan Astronotika
    3. Teknik Material
  8. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
    1. Teknik Elektro
    2. Teknik Tenaga Elektrik
    3. Teknik Telekomunikasi
    4. Informatika
    5. Sistem dan Teknologi Informasi
  9. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
    1. Teknik Sipil
    2. Teknik Lingkungan
    3. Teknik Kelautan
  10. Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
    1. Arsitektur
    2. Perencanaan Wilayah dan Kota
  11. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
    1. Seni Rupa Murni
    2. Desain Komunikasi Visual
    3. Desain Interior
    4. Desain Produk
    5. Kriya Seni
  12. Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
    1. Manajemen

Fakultas adalah unit pendidikan di ITB yang memiliki setidak-tidaknya 3 program studi tingkat Sarjana, sementara Sekolah adalah unit pendidikan yang hanya memiliki 1 atau 2 program studi tingkat Sarjana. Namun ada kecenderungan beberapa sekolah untuk mempertahankan nama mereka yang sudah baku seperti STEI yang sudah memiliki 8 program kekhususan di tingkat Sarjana, dan SBM yang memiliki 3 program kekhususan di tingkat Sarjana. Baik Fakultas maupun Sekolah masing-masing dipimpin oleh seorang dekan. Perbedaan Fakultas dengan Sekolah di ITB hanyalah sekadar terminologi belaka.

 

Reputasi

ITB adalah salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Dalam sebuah survey internasional yang dirilis oleh Peringkat Universitas terbaik Dunia – THES-QS-Quacquarelli Symonds (THES-QS) 2008, ITB berada pada peringkat 315. Universitas Indonesia pada survey tersebut berada pada tingkat yang lebih tinggi di posisi 287, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Diponegoro berturut-turut pada posisi 316 dan 529 [1] Universitas-universitas negara tetangga lainnya pada survey yang sama adalah diantaranya National University of Singapore pada posisi ke-30 [2] dan Universiti Kebangsaan Malaysia pada posisi ke-250. [3]

 

Rektor

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar rektor Institut Teknologi Bandung

 

Keluarga Mahasiswa ITB

Pemerintah melalui Mendikbud Daoed Joesoef menggulirkan konsep Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan yang lazim disingkat NKK/BKK. Dewan Mahasiswa se-Indonesia dibubarkan dan kemahasiswaan diatur oleh Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan melalui BKK. Mahasiswa menolak dengan keras BKK, dan tetap mengadakan pemilihan Ketua DM. Namun setiap Ketua DM terpilih, malam itu juga surat ancaman DO sampai. Akibatnya tidak ada yang bersedia menjadi Ketua DM. Akhirnya mahasiswa ITB memutuskan membubarkan Dewan Mahasiswa dan membekukan KM ITB. Kemudian didirikan Badan Koordinasi (BAKOR) untuk mengkoordinasikan pergerakan. Sementara cita-cita KM ITB diamanatkan kepada Himpunan-Himpunan sebagai kantung-kantung gerakan, dengan konsekuensi, kaderisasi ada di tingkat himpunan.

 

Unit kegiatan mahasiswa

 

Alumni

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s