Pemerintah Harus Tegas Soal Abon Sapi Haram

YOGYAKARTA – Permasalahan mengenai abon sapi haram yang beredar di pasaran yang positif mengandung asam deoksiribo nukleat (DNA) babi salah satu mereknya memiliki stempel halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), merupakan pelajaran bagi pemerintah yang perlu selalu diperhatikan.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) drg Ana Medawati mengatakan, kasus seperti abon sapi ini, sama halnya dengan kasus makanan Indonesia yaitu bakso berformalin, telur ayam disuntik hormon, nasi putih yang diberi pemutih, telur bebek yang cangkangnya dicat, sayur berpestisida, dan lainnya.

“Yang dikonsumsi oleh masyarakat ini perlu ditindak lanjuti sesuai hukum. Hukum sudah sangat jelas, pasal UU Kesehatan No. 23/1992, UU Pangan No.7/1996 dan UU Perlindungan Konsumen dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp2 miliar, itu perlu ditegakan,” kata Ana dalam diskusi mengenai “Kontoversi Merek Abon Sapi Haram” di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (22/4/2009).

Dia mencontohkan ketegasan pemerintah Cina saat kasus susu bermelamin di negara itu yang mengakibatkan para pemilik pabrik hingga menteri kesehatannya diadili dan dijatuhi hukuman penjara.
 
Untuk itu, kata Ana, dalam kasus abon sapi haram diperlukan aturan mengenai standardisasi kemasan dan isi. Saat pengepakan kemasan perlu adanya nilai gizi dan kandungan di dalam makanan tersebut.

“Lebih baik lagi ada bukti uji laboratorium yang bekerjasama dengan produk tersebut, jadi masyarakat tidak khawatir tentang makanan yang dikonsumsi,” tegasnya.

Ana juga menjelaskan bahwa sebenarnya tidak baik bagi manusia selalu mengkonsumsi daging setiap hari, karena akan menyebabkan kolesterol dan kanker. Dendeng dan abon dalam kemasan ini banyak sekali kandungannya dan tahan lama, berbeda dengan daging biasa yang cara memasaknya digoreng ataupun dibakar.

Dendeng berasal dari daging sapi mengandung asam amino dan protein yang tinggi. Belum lagi mineral yang di dalamnya ada kalsium, fosfor, zinc dan zat besi, dan vitamin B komplek (tiamin, miasin, dan reboflase). Khusus untuk dendeng, memiliki kolesterol yang rendah dibandingkan dengan kuning telur dan jeroan.

“Untuk umat muslim yang masih ragu-ragu terhadap abon haram ini, jangan mengkonsumsi dahulu. Gantinya bisa dengan sayuran, makanan bersayur juga tinggi akan serat,” terang Ana.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s