Kronologis Hilangnya Manohara

Manohara Odelia Pinot, adalah model blasteran Indonesia Perancis yang harus mengalami tragedi pahit dalam hidupnya. Di usia yang masih sangat muda, 16 tahun, ia menikah dengan seorang pangeran asal Malaysia Barat, Tengku Muhammad Fakhry Petra. Diduga Manohara mengalami penyekapan dan penyiksaan dari sang suami. Berikut ini adalah kronologis drama penculikan model yang pernah masuk dalam jajaran 100 Pesona Indonesia oleh Majalah Harper’s Bazaar:

Desember 2006
Manohara dan Tengku Muhammad Fakhry pertama kali bertemu pada acara makan malam yang diadakan oleh Datuk Najib, Wakil Perdana Menteri Malaysia. Kabarnya, lewat acara ini, Tengku Fakhry jatuh cinta pada Manohara dan langsung meminta ijin ibu dari Manohara, Daisy untuk mendekati putrinya. Meski baru berusia 15 tahun, namun melihat kesopanan Tengku Fakry dan latar belakang keluarganya, akhirnya sang ibunda memberikan ijin keduanya untuk berpacaran.
Oktober 2007
Manohara dan keluarga diundang oleh Tengku Fakhry ke pulau Komodo.
Desember 2007
Manohara beserta keluarga mengikuti acara perayaan tahun baru bersama Tengku Fakhry. Pada acara ini, Manohara kehilangan keperawanannya karena dipaksa oleh Tengku Fakhry. Kala itu, Tengku Fakhry bersedia bertanggung jawab atas perbuatannya.
17 Agustus 2008
Manohara beserta keluarga diundang ke Malaysia menemui keluarga Tengku Fakhry, guna membicarakan masalah pernikahan.
26 Agustus 2008
Tengku Fakhry akhirnya menikahi Manohara yang saat itu masih berusia 16 tahun. Pernikahan yang diadakan di Malaysia ini sempat terganjal akibat usia Manohara yang masih di bawah umur dan tidak ada wali serta surat dari KBRI setempat. Namun, pada akhirnya pernikahan inipun tetap terlaksana.
29 Agustus 2009
Selang beberapa hari setelah pernikahannya, Manohara dan Tengku Fakhry dengan diikuti saudara tiri Manohara, Dewi Asih dan beberapa orang dari Malaysia berangkat ke Thailand untuk bulan madu. Mereka berada di Thailand selama 3 hari.
November 2008
Pihak keluarga kerajaan mengadakan syukuran pernikahan dengan tamu lebih dari 1000 tamu undangan.
Akhir 2008
Manohara kabur lewat Singapura ke Jakarta dari tempat kediamannya di Malaysia. Menuruut penuturan Manohara kepada ibunya, Daisy, ia mengalami perlakukan tak menyenangkan dari suaminya serta tidak tahan dengan sikap kasar Tengk Fakhry kepadanya, akhirnya Manohara memilih kabur. Selama kabur, Manohara tinggal di rumah kontrakan keluarganya di daerah Jakarta Selatan.
25 Februari 2009
Ketika Manohara berulang tahun, Tengku Fakhry memberikan sebuah mobil sebagai kado bagi model yang juga pernah menjalin hubungan dengan Ardie Bakrie ini. Hadiah ini sebagai salah satu usaha Tengku Fakhry untuk membujuk Manohara kembali pulang bersamanya ke Malaysia. Karena belum berhasil membujuk Manohara, Tengku Fakhry mengajak Manohara bersama ibunya dan Dewi untuk berangkat umroh. Melihat itikad baik sang menantu, Daisy pun luluh. Bersama Manohara dan Dewi ia pun menerima ajakan Tengku Fakhry untuk ibadah umroh bersama.
9 Maret 2009
Ketika kegiatan umroh berakhir dan tiba saatnya untuk kembali ke tanah air, di sinilah awal mula hilangnya Manohara. Manohara berada satu mobil dengan sang suami, Tengku Fakhry, sedang Daisy dan Dewi berada di mobil yang terpisah. Ketika berada di bandara, ternyata pesawat yang membawa Manohara dan Tengku Fakhry telah tinggal landas terlebih dahulu dan meninggalkan ibunya dan Dewi di Jeddah. Berikut adalah keterangan pesawat yang membawa Manohara:

Pesawat: Chalenger 300
Owner/Operator: Berjaya Air
Aircraft: reg 9MTAN
Pilot: Captain Zakaria Salleh
Passport: A17818924
Milik: Malaysian Nationality

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 11.30 waktu Jeddah, sang ibu, Daisy berhasil melakukan hubungan telepon dengan Manohara. Di telepon tersebut Daisy mendengar sang putri meminta tolong, “Mama tolong…. Mano takut, tangan Mano sakit sekali, mereka memukul Mano untuk tidak teriak, karena Mano panik dan Mano mau dengan Mama.” Saat berada di Kelantan, Manohara sempat menelpon Daisy, terdengar Manohara berteriak meminta tolong tapi kemudian telepon terputus.
17-18 Maret 2009
Nenek Manohara dan Dewi pergi ke kedutaan Indonesia guna meminta bantuan.
19 Maret 2009
Daisy yang sudah rindu kepada putrinya dan ingin tahu keadaan Manohara berangkat ke Malaysia. Namun sesampainya di bandara, ternyata Daisy dicekal dan tidak boleh masuk ke dalam wilayah Malaysia dengan alasan yang tidak jelas.
20 Maret 2009
Dewi dengan ditemeni sang nenek pergi ke KBRI guna mendapatkan penjelasan.
23 Maret 2009
Daisy kembali ke Departemen Luar Negeri guna mengajukan permohonan tertulis pada Kerajaan Kelantan. Namun hingga kasus ini mencuat ke media, belum ada jawaban apapun dari Kerajaan Kelantan.

Kronologis Hilangnya Manohara

Manohara Odelia Pinot, adalah model blasteran Indonesia Perancis yang harus mengalami tragedi pahit dalam hidupnya. Di usia yang masih sangat muda, 16 tahun, ia menikah dengan seorang pangeran asal Malaysia Barat, Tengku Muhammad Fakhry Petra. Diduga Manohara mengalami penyekapan dan penyiksaan dari sang suami. Berikut ini adalah kronologis drama penculikan model yang pernah masuk dalam jajaran 100 Pesona Indonesia oleh Majalah Harper’s Bazaar:

Desember 2006
Manohara dan Tengku Muhammad Fakhry pertama kali bertemu pada acara makan malam yang diadakan oleh Datuk Najib, Wakil Perdana Menteri Malaysia. Kabarnya, lewat acara ini, Tengku Fakhry jatuh cinta pada Manohara dan langsung meminta ijin ibu dari Manohara, Daisy untuk mendekati putrinya. Meski baru berusia 15 tahun, namun melihat kesopanan Tengku Fakry dan latar belakang keluarganya, akhirnya sang ibunda memberikan ijin keduanya untuk berpacaran.
Oktober 2007
Manohara dan keluarga diundang oleh Tengku Fakhry ke pulau Komodo.
Desember 2007
Manohara beserta keluarga mengikuti acara perayaan tahun baru bersama Tengku Fakhry. Pada acara ini, Manohara kehilangan keperawanannya karena dipaksa oleh Tengku Fakhry. Kala itu, Tengku Fakhry bersedia bertanggung jawab atas perbuatannya.
17 Agustus 2008
Manohara beserta keluarga diundang ke Malaysia menemui keluarga Tengku Fakhry, guna membicarakan masalah pernikahan.
26 Agustus 2008
Tengku Fakhry akhirnya menikahi Manohara yang saat itu masih berusia 16 tahun. Pernikahan yang diadakan di Malaysia ini sempat terganjal akibat usia Manohara yang masih di bawah umur dan tidak ada wali serta surat dari KBRI setempat. Namun, pada akhirnya pernikahan inipun tetap terlaksana.
29 Agustus 2009
Selang beberapa hari setelah pernikahannya, Manohara dan Tengku Fakhry dengan diikuti saudara tiri Manohara, Dewi Asih dan beberapa orang dari Malaysia berangkat ke Thailand untuk bulan madu. Mereka berada di Thailand selama 3 hari.
November 2008
Pihak keluarga kerajaan mengadakan syukuran pernikahan dengan tamu lebih dari 1000 tamu undangan.
Akhir 2008
Manohara kabur lewat Singapura ke Jakarta dari tempat kediamannya di Malaysia. Menuruut penuturan Manohara kepada ibunya, Daisy, ia mengalami perlakukan tak menyenangkan dari suaminya serta tidak tahan dengan sikap kasar Tengk Fakhry kepadanya, akhirnya Manohara memilih kabur. Selama kabur, Manohara tinggal di rumah kontrakan keluarganya di daerah Jakarta Selatan.
25 Februari 2009
Ketika Manohara berulang tahun, Tengku Fakhry memberikan sebuah mobil sebagai kado bagi model yang juga pernah menjalin hubungan dengan Ardie Bakrie ini. Hadiah ini sebagai salah satu usaha Tengku Fakhry untuk membujuk Manohara kembali pulang bersamanya ke Malaysia. Karena belum berhasil membujuk Manohara, Tengku Fakhry mengajak Manohara bersama ibunya dan Dewi untuk berangkat umroh. Melihat itikad baik sang menantu, Daisy pun luluh. Bersama Manohara dan Dewi ia pun menerima ajakan Tengku Fakhry untuk ibadah umroh bersama.
9 Maret 2009
Ketika kegiatan umroh berakhir dan tiba saatnya untuk kembali ke tanah air, di sinilah awal mula hilangnya Manohara. Manohara berada satu mobil dengan sang suami, Tengku Fakhry, sedang Daisy dan Dewi berada di mobil yang terpisah. Ketika berada di bandara, ternyata pesawat yang membawa Manohara dan Tengku Fakhry telah tinggal landas terlebih dahulu dan meninggalkan ibunya dan Dewi di Jeddah. Berikut adalah keterangan pesawat yang membawa Manohara:

Pesawat: Chalenger 300
Owner/Operator: Berjaya Air
Aircraft: reg 9MTAN
Pilot: Captain Zakaria Salleh
Passport: A17818924
Milik: Malaysian Nationality

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 11.30 waktu Jeddah, sang ibu, Daisy berhasil melakukan hubungan telepon dengan Manohara. Di telepon tersebut Daisy mendengar sang putri meminta tolong, “Mama tolong…. Mano takut, tangan Mano sakit sekali, mereka memukul Mano untuk tidak teriak, karena Mano panik dan Mano mau dengan Mama.” Saat berada di Kelantan, Manohara sempat menelpon Daisy, terdengar Manohara berteriak meminta tolong tapi kemudian telepon terputus.
17-18 Maret 2009
Nenek Manohara dan Dewi pergi ke kedutaan Indonesia guna meminta bantuan.
19 Maret 2009
Daisy yang sudah rindu kepada putrinya dan ingin tahu keadaan Manohara berangkat ke Malaysia. Namun sesampainya di bandara, ternyata Daisy dicekal dan tidak boleh masuk ke dalam wilayah Malaysia dengan alasan yang tidak jelas.
20 Maret 2009
Dewi dengan ditemeni sang nenek pergi ke KBRI guna mendapatkan penjelasan.
23 Maret 2009
Daisy kembali ke Departemen Luar Negeri guna mengajukan permohonan tertulis pada Kerajaan Kelantan. Namun hingga kasus ini mencuat ke media, belum ada jawaban apapun dari Kerajaan Kelantan.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s